Author: admin

  • Dir polairud Pimpin Lansung  Aksi Bersih Bersih Pantai di Pulau Lembeh, Wujud Komitmen Polairud Polda Sulut Jaga Kelestarian Lingkungan

    Dir polairud Pimpin Lansung  Bersih Bersih Pantai di Pulau Lembeh, Wujud Komitmen Polairud Polda Sulut Jaga Kelestarian Lingkungan

    Sebagaimana yang menjadi program Presiden Prabowo yaitu Program Nasional Indonesia Asri terkait bersih-bersih di pesisir pantai yang merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan.

    Salah satunya melalui kegiatan bersih-bersih  pantai di salah satu pulau yaitu Pulau Serena Pasir Putih Lembeh Bitung Sulawesi Utara.

    Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Polairud Polda sulut dan Jurnalis Polda Sulut dalam membersihkan kawasan pantai.

    Dipimpin langsung Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Bayuaji Yudha Prasaja bersama jurnalis serta kru Kapal Polisi Kresna 7004 Baharkam Polri. personil bergerak cepat membersihkan pesisir Pantai Serena Pasir Putih, Pulau Lembeh, Kota Bitung, Jumat (24/4/2026) sore.

    Puluhan personel turun langsung mengumpulkan sampah plastik yang menumpuk di sepanjang pantai.

    Dalam giat bersih-bersih pesisir pantai Dirpolairud Polda Sulut didampingi Koordinator Jurnalis Polda Sulut, Ronny Journey LuLumempouw.

    Para personel dan jurnalis menyisir pantai. Mereka mengangkat botol plastik, kemasan makanan, styrofoam, hingga potongan kayu yang terbawa arus laut.

    (Fotto : Kombes Pol Bayuaji sedang mengangkat sampah)

    Kombes Bayuaji “Kami dari Direktorat Polairud Polda Sulut, bersama rekan-rekan jurnalis Polda Sulut, dan dari ABK Kapal Polisi Kresna 7004, kita sekarang berada di Pulau Lembeh, yaitu di Pantai Serena, dalam rangka bersih-bersih pantai kegiatan Indonesia Asri,”ujarnya.

    Bayuaji mengungkapkan, sampah yang menumpuk diduga berasal dari kiriman gelombang laut. Kondisi ini sering terjadi saat musim angin barat.

    “Di mana pada saat kita tadi berlabuh di pantai ini, banyak sekali plastik-plastik sampah, dikarenakan mungkin musim angin barat yang terbawa ombak, sehingga kita berinisiatif dengan rekan-rekan semuanya untuk membersihkan kegiatan Jaga Asri ini,” ungkapnya.

    Petugas berhasil mengumpulkan 31 karung sampah plastik. Seluruh sampah kemudian dibawa ke Mako Ditpolairud di Kota Bitung untuk proses penanganan lebih lanjut.

    “Di mana pada saat ini, kita berhasil mengumpulkan 31 karung sampah plastik. Sampah tersebut kita akan bawa ke markas kita, dan akan dibawa oleh Pemkot Kota Bitung,” jelasnya.

    Bayuaji menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Sulawesi Utara merupakan laut yang kaya keanekaragaman hayati.

    “Tentunya sampah-sampah ini kan berasal dari masyarakat juga. Tentunya kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Bitung, khususnya yang di daerah pesisir, untuk kita sama-sama menjaga lingkungan kita, Karena mayoritas Provinsi Sulawesi Utara ini 70 persennya adalah laut, dan di sana banyak keanekaragaman hayati di laut yang tentunya harus kita jaga,” pungkasnya.

    Koordinator Jurnalis Polda Sulut, Ronny Journey Lumempouw, menegaskan peran jurnalis tidak hanya sebatas menulis berita. Ia mendorong insan pers ikut terlibat langsung dalam aksi sosial.

    “jurnalis tidak hanya sekadar menulis berita namun bukti nyata dari tulisan yang kita buat harus turun langsung memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” tegas Ronny Journey.

    Kepedulian ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan laut dan pesisir di Sulawesi Utara.

  • Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat

    Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat

    Dokumentasi Polda Sumsel

    Palembang. Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat dukungan terhadap agenda ketahanan energi nasional melalui pengawalan transformasi tata kelola sumur minyak masyarakat. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem usaha migas yang legal, aman, dan berkelanjutan di wilayah Sumsel.

    Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dalam Rapat Koordinasi Dukungan Forkopimda terkait penerapan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 14 Tahun 2025. Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan daerah dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, sekaligus memperbaiki tata kelola aktivitas migas masyarakat yang selama ini masih berlangsung di luar sistem legal.

    Kapolda Sumsel menegaskan, Polri siap mengawal perubahan paradigma dari aktivitas ilegal menuju sistem legal berbasis regulasi. Menurutnya, legalisasi sumur minyak masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, namun juga menjamin keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta stabilitas keamanan wilayah.

    “Polri siap mendukung penuh transformasi ini. Namun, seluruh aktivitas harus memenuhi standar keamanan, kualitas produksi, dan pengelolaan lingkungan. Ini penting agar masyarakat terlindungi dan kegiatan ekonomi berjalan berkelanjutan,” jelas Kapolda Sumsel dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/26).

    Polda Sumsel akan terlibat aktif dalam tim gabungan lintas sektor sesuai amanat regulasi. Dalam hal ini, anggota Polri berperan melakukan pembinaan masyarakat, pengawasan keamanan operasional, hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.

    Lebih lanjut ia memaparkan, transformasi tata kelola ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah penghasil migas. Melalui skema legal yang melibatkan BUMD, koperasi, maupun UMKM, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung tanpa dibayangi risiko hukum maupun keselamatan kerja.

    Selain itu, Kapolda Sumsel juga mendorong percepatan pembentukan pilot project sebagai model percontohan tata kelola migas rakyat yang ideal. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan secara terstruktur dan berkelanjutan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Sumatera Selatan sebagai daerah percontohan dalam tata kelola migas rakyat yang modern, legal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta kepentingan nasional.

    “Kami berkomitmen memastikan proses transformasi ini berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Polda Sumsel akan terus mengawal agar seluruh potensi sumber daya alam dapat dikelola secara legal dan berkelanjutan,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Melalui pendekatan pengawasan berbasis teknologi dan strategi humanis, Polda Sumsel bersama Satgas Terpadu akan terus memantau aktivitas di lapangan. Penertiban difokuskan pada kegiatan di luar skema legal guna menjamin keamanan investasi serta keberlanjutan sektor energi di Sumatera Selatan.

  • Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat

    Dukung Swasembada Energi, Kapolda Sumsel Perkuat Tata Kelola Sumur Masyarakat

    Dokumentasi Polda Sumsel

    Palembang. Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat dukungan terhadap agenda ketahanan energi nasional melalui pengawalan transformasi tata kelola sumur minyak masyarakat. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem usaha migas yang legal, aman, dan berkelanjutan di wilayah Sumsel.

    Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dalam Rapat Koordinasi Dukungan Forkopimda terkait penerapan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 14 Tahun 2025. Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan daerah dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, sekaligus memperbaiki tata kelola aktivitas migas masyarakat yang selama ini masih berlangsung di luar sistem legal.

    Kapolda Sumsel menegaskan, Polri siap mengawal perubahan paradigma dari aktivitas ilegal menuju sistem legal berbasis regulasi. Menurutnya, legalisasi sumur minyak masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, namun juga menjamin keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta stabilitas keamanan wilayah.

    “Polri siap mendukung penuh transformasi ini. Namun, seluruh aktivitas harus memenuhi standar keamanan, kualitas produksi, dan pengelolaan lingkungan. Ini penting agar masyarakat terlindungi dan kegiatan ekonomi berjalan berkelanjutan,” jelas Kapolda Sumsel dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/26).

    Polda Sumsel akan terlibat aktif dalam tim gabungan lintas sektor sesuai amanat regulasi. Dalam hal ini, anggota Polri berperan melakukan pembinaan masyarakat, pengawasan keamanan operasional, hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.

    Lebih lanjut ia memaparkan, transformasi tata kelola ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah penghasil migas. Melalui skema legal yang melibatkan BUMD, koperasi, maupun UMKM, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung tanpa dibayangi risiko hukum maupun keselamatan kerja.

    Selain itu, Kapolda Sumsel juga mendorong percepatan pembentukan pilot project sebagai model percontohan tata kelola migas rakyat yang ideal. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan secara terstruktur dan berkelanjutan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Sumatera Selatan sebagai daerah percontohan dalam tata kelola migas rakyat yang modern, legal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta kepentingan nasional.

    “Kami berkomitmen memastikan proses transformasi ini berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Polda Sumsel akan terus mengawal agar seluruh potensi sumber daya alam dapat dikelola secara legal dan berkelanjutan,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Melalui pendekatan pengawasan berbasis teknologi dan strategi humanis, Polda Sumsel bersama Satgas Terpadu akan terus memantau aktivitas di lapangan. Penertiban difokuskan pada kegiatan di luar skema legal guna menjamin keamanan investasi serta keberlanjutan sektor energi di Sumatera Selatan.

  • Kapolda Sumsel Tegaskan Komitmen Polri Dukung Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat

    Kapolda Sumsel Tegaskan Komitmen Polri Dukung Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat

    Dokumentasi Polda Sumsel

    Palembang. Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat dukungan terhadap agenda ketahanan energi nasional melalui pengawalan transformasi tata kelola sumur minyak masyarakat. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem usaha migas yang legal, aman, dan berkelanjutan di wilayah Sumsel.

    Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dalam Rapat Koordinasi Dukungan Forkopimda terkait penerapan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 14 Tahun 2025. Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan daerah dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, sekaligus memperbaiki tata kelola aktivitas migas masyarakat yang selama ini masih berlangsung di luar sistem legal.

    Kapolda Sumsel menegaskan, Polri siap mengawal perubahan paradigma dari aktivitas ilegal menuju sistem legal berbasis regulasi. Menurutnya, legalisasi sumur minyak masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, namun juga menjamin keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta stabilitas keamanan wilayah.

    “Polri siap mendukung penuh transformasi ini. Namun, seluruh aktivitas harus memenuhi standar keamanan, kualitas produksi, dan pengelolaan lingkungan. Ini penting agar masyarakat terlindungi dan kegiatan ekonomi berjalan berkelanjutan,” jelas Kapolda Sumsel dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/26).

    Polda Sumsel akan terlibat aktif dalam tim gabungan lintas sektor sesuai amanat regulasi. Dalam hal ini, anggota Polri berperan melakukan pembinaan masyarakat, pengawasan keamanan operasional, hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.

    Lebih lanjut ia memaparkan, transformasi tata kelola ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah penghasil migas. Melalui skema legal yang melibatkan BUMD, koperasi, maupun UMKM, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung tanpa dibayangi risiko hukum maupun keselamatan kerja.

    Selain itu, Kapolda Sumsel juga mendorong percepatan pembentukan pilot project sebagai model percontohan tata kelola migas rakyat yang ideal. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan secara terstruktur dan berkelanjutan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Sumatera Selatan sebagai daerah percontohan dalam tata kelola migas rakyat yang modern, legal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta kepentingan nasional.

    “Kami berkomitmen memastikan proses transformasi ini berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Polda Sumsel akan terus mengawal agar seluruh potensi sumber daya alam dapat dikelola secara legal dan berkelanjutan,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Melalui pendekatan pengawasan berbasis teknologi dan strategi humanis, Polda Sumsel bersama Satgas Terpadu akan terus memantau aktivitas di lapangan. Penertiban difokuskan pada kegiatan di luar skema legal guna menjamin keamanan investasi serta keberlanjutan sektor energi di Sumatera Selatan.

  • Luar Biasa Polda Metro Jaya  Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Jakarta. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil Membongkar Praktik Clandestine Lab Narkotika golongan II jenis Etomidate yang beroperasi di kawasan Apartemen River Side diwilayah Kabupaten Tangerang. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial C.K. (40), warga negara Malaysia, yang diduga berperan sebagai pengelola sekaligus operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk Cartridge Vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai barang bukti, 30 Liter Cairan Propilen Glikol, serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram yang diperkirakan mampu diproduksi menjadi hingga 380.996 Cartridge Vape siap edar. Selain itu, turut diamankan ratusan Cartridge berisi cairan Etomidate, serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, Mixer, hingga timbangan.

    Keseluruhan barang bukti tersebut jika di konversi dengan nilai jual barang bukti Narkoba diperedaran gelap, maka Polda Metro Jaya telah menyita sebesar Rp 762 Milyar Rupiah dan telah menyelamatkan sebanyak 380.996 Jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Mengatakan “Polda Metro Jaya membongkar Clandestin Lab Home Industri pembuatan Cartridge Vape yang berisi cairan Etomidate Narkotika Golongan II yang akhir-akhir ini marak digunakan oleh kaum remaja perkotaan.” ujarnya, Selasa (21/4/26).

    Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi Narkoba laporakan apabila ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan Narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.

    Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya guna kepentingan Penyidikan lebih lanjut.

  • Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Jakarta. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil Membongkar Praktik Clandestine Lab Narkotika golongan II jenis Etomidate yang beroperasi di kawasan Apartemen River Side diwilayah Kabupaten Tangerang. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial C.K. (40), warga negara Malaysia, yang diduga berperan sebagai pengelola sekaligus operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk Cartridge Vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai barang bukti, 30 Liter Cairan Propilen Glikol, serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram yang diperkirakan mampu diproduksi menjadi hingga 380.996 Cartridge Vape siap edar. Selain itu, turut diamankan ratusan Cartridge berisi cairan Etomidate, serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, Mixer, hingga timbangan.

    Keseluruhan barang bukti tersebut jika di konversi dengan nilai jual barang bukti Narkoba diperedaran gelap, maka Polda Metro Jaya telah menyita sebesar Rp 762 Milyar Rupiah dan telah menyelamatkan sebanyak 380.996 Jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Mengatakan “Polda Metro Jaya membongkar Clandestin Lab Home Industri pembuatan Cartridge Vape yang berisi cairan Etomidate Narkotika Golongan II yang akhir-akhir ini marak digunakan oleh kaum remaja perkotaan.” ujarnya, Selasa (21/4/26).

    Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi Narkoba laporakan apabila ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan Narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.

    Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya guna kepentingan Penyidikan lebih lanjut.

  • Polda Metro Ungkap Laboratorium Rahasia Produksi Cartridge Vape Mengandung Narkotika

    Polda Metro Jaya Ungkap Laboratorium Rahasia Produksi Cartridge Vape Mengandung Narkotika

     Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik laboratorium rahasia yang memproduksi cartridge vape mengandung narkotika golongan II jenis Etomidate. Pengungkapan ini dilakukan di kawasan Apartemen River Side, Kabupaten Tangerang. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang tersangka berinisial C.K., warga negara Malaysia berusia 40 tahun, yang diduga berperan sebagai pengelola dan operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk cartridge vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menyita berbagai barang bukti, termasuk 30 liter cairan propilen glikol dan serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram. Serbuk ini diperkirakan dapat diproduksi menjadi hingga 380.996 cartridge vape siap edar. Selain itu, polisi juga mengamankan ratusan cartridge berisi cairan Etomidate serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, mixer, dan timbangan.

    Jika dikonversi dengan nilai jual di pasar gelap, barang bukti narkotika yang disita oleh Polda Metro Jaya bernilai sekitar Rp 762 miliar. Dengan pengungkapan ini, pihak kepolisian mengklaim telah menyelamatkan 380.996 jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyatakan, “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba dan melaporkan jika ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.”

    Saat ini, tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Markas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.

  • Dirpolairud Polda Sulut Hadiri Peresmian Gedung Baru Markas Komando Zona Tengah Bakamla RI

    Dirpolairud Polda Sulut Hadiri Peresmian Gedung Baru Markas Komando Zona Tengah Bakamla RI


    Penguatan sarana dan prasarana menjadi langkah penting dalam mendukung tugas pengamanan wilayah perairan. Hal ini tercermin dalam kegiatan peresmian gedung baru Markas Komando Zona Tengah milik Badan Keamanan Laut Republik Indonesia yang berlangsung pada 23 April 2026.

    Dalam kegiatan tersebut, Dirpolairud dari Polda Sulawesi Utara turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan fasilitas operasional di sektor keamanan laut. Kehadiran ini juga menjadi simbol sinergi antarinstansi dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia.

    Peresmian gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi serta kesiapsiagaan dalam menjalankan berbagai tugas di lapangan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, diharapkan pelayanan kepada masyarakat serta pengawasan wilayah laut dapat berjalan lebih optimal.

    Selain itu, kerja sama antarinstansi menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kolaborasi yang baik akan memperkuat upaya menjaga wilayah perairan agar tetap aman dan kondusif.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara berbagai pihak semakin solid, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan serta mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir dan laut Indonesia.

     

     

  • Kapolda Sumsel Turun Langsung di OKI, Pimpin Apel Besar dan Tekankan Siaga Karhutlah

    Kapolda Sumsel Turun Langsung di OKI, Pimpin Apel Besar dan Tekankan Siaga Karhutlah
    KAYUAGUNG,- Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar apel besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di GOR Perahu Kajang, Rabu (21/4/26).
     
    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutlah di wilayah tersebut.

     
    Sebelum apel dimulai, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, SIK, SH, MHum meninjau sejumlah kegiatan sosial yang dipusatkan di lokasi yang sama. Kegiatan itu meliputi bakti kesehatan, gerakan pangan murah, serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
     
    Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di tingkat desa. Kehadiran mereka dinilai strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan.
     
    “Pendekatan preemtif dan preventif harus terus diperkuat melalui edukasi serta sinergi dengan masyarakat,” ujar nya
     
    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kesiapsiagaan seluruh personel harus dibarengi dengan koordinasi yang solid antarinstansi. Menurutnya, penanganan karhutlah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama terpadu antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, serta pihak perusahaan dan masyarakat. “Deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan,”
     
    Kegiatan ini turut dihadiri Bupati OKI Muchendi Mahzareki, Dandim 0402 OKI, Letkol Inf. Gunawan Wibisono, S.H. unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala dinas Kab. OKI serta perwakilan perusahaan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan mencegah karhutlah.
     
    Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan, apel besar ini menjadi momentum memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak. “Kami mendorong seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif melakukan edukasi dan deteksi dini di tengah masyarakat guna mencegah karhutlah,” ujarnya.
     
    Apel diikuti personel lintas satuan, termasuk unsur Sabuk Kamtibmas yang berperan dalam deteksi dini dan penguatan sistem keamanan berbasis masyarakat. Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutlah juga menjadi perhatian, mengingat wilayah OKI termasuk daerah rawan kebakaran saat musim kemarau.
     
    Seusai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pelayanan penyampaian aspirasi masyarakat serta kesiapsiagaan penanggulangan karhutlah. Simulasi tersebut menggambarkan pola penanganan yang mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan penyampaian aspirasi, sekaligus respons terpadu dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
     
    Melalui kegiatan ini, Polres OKI bersama jajaran Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.(Red).
  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Pimpin Simulasi Terpadu Sispamkota dan Karhutla di Kayuagung.

    Kapolda Sumsel Pimpin Simulasi Terpadu Sispamkota dan Karhutla di Kayuagung.

    Kayuagung, gempurnews.com — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi potensi bencana melalui pelaksanaan simulasi terpadu Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
    Kegiatan tersebut digelar di halaman GOR Perahu Kajang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (22/4/2026).

    Simulasi berskala besar ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta partisipasi elemen masyarakat.

    Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menguji kesiapsiagaan operasional, kecepatan respons, serta efektivitas koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi situasi kontinjensi, baik gangguan keamanan maupun bencana lingkungan.

    Dalam simulasi Sispamkota, diperagakan berbagai skenario penanganan gangguan kamtibmas, termasuk pengendalian massa dengan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai standar operasional prosedur.

    Sementara itu, pada simulasi Karhutla, tim gabungan menunjukkan kemampuan pemadaman cepat melalui penggunaan peralatan khusus, serta koordinasi taktis dalam mendeteksi dan menangani titik panas (hotspot).

    Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan bagian dari upaya komprehensif dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel di lapangan.

    “Simulasi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Kita tidak boleh lengah. Penanganan Karhutla di OKI tahun 2026 harus mencapai target Zero Karhutla, yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas secara bersama-sama,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai kunci utama keberhasilan dalam penanganan situasi darurat, baik yang bersifat keamanan maupun kebencanaan.

    Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan perlindungan lingkungan.

    “Melalui simulasi terpadu ini, seluruh elemen disatukan dalam satu persepsi dan pola tindak yang sama. Tujuannya agar setiap personel memiliki kesiapan optimal ketikal menghadapi kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

    Kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur tetap (protap) penanganan di lapangan, guna mengidentifikasi kekuatan sekaligus potensi perbaikan dalam sistem respons cepat.

    Kapolda Sumsel juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan selama pelaksanaan simulasi.

    Polda Sumsel memastikan bahwa latihan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah rawan Karhutla, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, kondusif, serta bebas dari ancaman bencana asap.